Selasa, 06 Oktober 2015

NETSIM SIMULATOR DAN JAVA

The Boson NetSim Network Simulator



The Boson NetSim Network Simulator adalah sebuah aplikasi yang mensimulasikan perangkat keras jaringan Cisco Systems dan perangkat lunak dan dirancang untuk membantu pengguna dalam mempelajari struktur perintah IOS Cisco.

Boson menawarkan beragam jenis yaitu NetSim untuk CCENT Network Simulator, CCNA Network Simulator dan CCNP Network Simulator. Setiap jenis produk mendukung teknologi untuk mengasah keterampilan Anda berdasarkan sertifikasi yang Anda ambil.

Dalam situs resminya, perangkat lunak ini menuliskan bahwa Boson NetSim menyediakan fleksibilitas lebih dan dukungan dari pada perangkat lunak simulasi jaringan lainnya di pasar. Perangkat lunak NetSim juga memiliki menu laboratorium komprehensif yang berisi pelajaran dan laboratorium meliputi routing protokol, perangkat Cisco, switching, desain topologi dan banyak lagi.

Keuntungan Simulasi Jaringan Lunak Berbasis Boson NetSim adalah alat serbaguna dan aset berharga, digunakan dalam suatu kelas untuk pendidikan atau untuk digunakan di perusahaan, dalam melakukan simulasi jaringan.

Bagi banyak orang, ketersediaan Cisco Router dan Switch sering terbatas. Boson NetSim memungkinkan untuk merancang dan mengkonfigurasi jaringan dengan 42 model router berbeda dan 6 model switch yang berbeda tanpa harus membayar banyak uang untuk mendapatkan perangkat fisik itu semua untuk melakukan simulasi dan pelatihan.

Untuk mendapatkannya dengan berbayar dapat melalui situs berikut ini:




Langkah-langkah :
Terlebih dahulu install aplikasi packet tracer atau boson netsim.
Setelah terinstall, masuk ke program aplikasi packet tracer atau boson netsim.
Buatlah rangkaian gambar dengan 4 router dan dimasing-masing router terhubung dengan PC.
Kemudian hubungkan gambar tersebut dengan benar.
Setelah itu, konfigurasi router dan PC dengan cara klik pada router.
Kemudian akan muncul kotak dialog pilih CLI untuk command mode text.
Setelah itu ketik enable untuk masuk pada privilege command.
Kemudian ketik configure terminal untuk masuk ke terminal.
Setting pada Ethernet dengan mengetikkan interface ethernet0.
Ketik ip address [alamat ip] [subnet mask].
Ketik no shutdown untuk mengaktifkan.
Keluarlah dari interface Ethernet0 dengan perintah exit.
Ketik interface serial2/0.
Ketikkan ip address [alamat ip] [subnet mask].
Untuk serial harus diberi clock rate dengan mengetikkan clock rate 64000.
Ketik no shutdown untuk mengaktifkan.
Setelah mengkonfigurasi router, konfigurasi PC dengan cara klik pada PC.
Setelah itu akan muncul kotak dialog, kemudian masuk pada menu config.
Masukkan gateway. Sesuaikan IP gateway dengan IP router di atasnya.
Klik FastEthernet dan masukkan IP address beserta subnet mask.
Setelah menkonfigurasi semua perangkat, barulah kita melakukan routing dengan mengklik pada router dan masuklah pada CLI.
Masuklah pada configure terminal.
Ketik ip route [ip tujuan] [subnet mask] [next hop].
Buatlah beberapa routing sesuai dengan jumlah router yang ada.

Setelah itu, coba apakah proses routing sudah sukses dengan cara ping ke PC atau Route.


[Labs] Menginstall Oracle Java SE (JDK) di Linux Mint

Melihat versi Oracle Java di Linux Mint
Pendahuluan
Tulisan ini mendokumentasikan proses instalasi Oracle Java SE pada distribusi Linux Mint 17.1 Rebbeca 64bit. Pada distribusi ini, OpenJDK (JRE) 7 telah terinstall secara default. Sedangkan untuk JDK-nya sendiri masih perlu diinstall secara terpisah.
Penulis sendiri sempat menggunakan openjdk-jdk-7 untuk keperluan development file-file java, namun pada satu sisi kemudian menemukan hambatan sehingga harus beralih menggunakan Oracle Java SE (JDK). Berikut langkah yang kemudian penulis lakukan,
1. Remove/Uninstall OpenJDK (JDK). Pada Linux Mint ini bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti
           a. lewat terminal: ketik perintah “sudo apt-get remove openjdk“
b. lewat package manager: cari paket “openjdk-7-jdk”, klik kanan pilih                    mark for removal dan klik tombol apply.
           c. lewat software manager: cari paket “openjdk-7-jdk”, pilih lalu klik tombol remove.
2. Download Oracle JDK. disini: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html. Sesuaikan pilihan download dengan versi distro (32bit atau 64bit).
3. Ekstrak hasil download dan taruh di folder /opt. Untuk meletakkan folder hasil ekstrak kita perlu masuk sebagai root atau superuser. Pada kasus penulis, nama folder dari JDK penulis adalah jdk1.8.0_25 sehingga direktori JDK penulis berada pada /opt/jdk1.8.0_25
4. Mengaktifkan JDK sebagai default untuk sistem. Pada kasus saya, saya melakukannya di terminal dengan perintah,
1.      sudo update-alternatives –install “/usr/bin/java” “java” “/opt/jdk1.8.0_25/bin/java” 1
2.      sudo update-alternatives –set java /opt/java/jdk1.8.0_25/bin/java
3.      sudo update-alternatives –install “/usr/bin/javac” “javac” “/opt/jdk1.8.0_25/bin/javac” 1
4.      **sudo update-alternatives –install “/usr/bin/javadoc” “javadoc” “/opt/jdk1.8.0_25/bin/javadoc” 1
5.      **opsional, setting ini ditambahkan jika memang diperlukan untuk pengembangan.
5. (Opsional) Menginstall plugin untuk Firefox. Ini dilakukan agar browser firefox dapat menjalankan plugin Java dengan JDK yang telah di pasang. Caranya dengan mengetikkan perintah pada terminal,
1.      mkdir -p ~/.mozilla/plugins
2. ln -s /opt/jdk1.8.0_25/jre/lib/amd64/libnpjp2.so ~/.mozilla/plugins/
6. Mencoba JDK. Untuk melihat apakah JDK sudah terpasang dengan benar dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah sebagaimana pada gambar diatas yaitu dengan perintah “java -version” untuk melihat versi dari JRE dan “javac -version” untuk melihat versi dari JDK. Sedangkan untuk melihat apakah browser firefox dapat menjalankan plugin Java, dapat dicoba dengan masuk ke situs http://java.com/en/download/installed8.jsp dan melakukan pengujian dengan meng-klik tombol “Verify Java Version”.





Belajar pemrograman Java di Linux




Sebagai pengguna linux, pemrograman adalah sesuatu yang tidak asing. Karena terbiasa mengetik kode perintah di terminal (itu terasa seperti pemrograman). Di tulisan ini kita akan belajar pemrograman java di linux. Mempelajari java di linux sama mudahnya seperti belajar java di windows. Bahasa pemrograman java dapat berjalan di semua sistem operasi. Karena menggunakan mesin virtual (JVM) untuk menjalankannya.
Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang memeluk paradigma OOP (Object Oriented Programming). Paradigma (model) OOP membuat penulisan kode menjadi lebih mangkus. Segala sesuatu di dunia nyata dapat digambarkan (dibuat) dalam bentuk kelas di java.

Alat-alat belajar

Sebelum mulai belajar, siapkan terlebih dahulu alat-alat berikut:

1. Teks Editor

Gunakan teks editor yang mudah dioperasikan, Seperti Gedit. Saya sendiri menggunakan Mousepad, teks editor default di Xubuntu 14.10 (distro linux yang saya gunakan). Teks editor sebagai tempat menulis kode program java. Jadi, apapun teks editornya tetap bisa digunakan.

2. JDK (Java Development Kit)

JDK atau Java Development Kit digunakan untuk mengompilasi, debugging (memeriksa error), dan menjalankan program java. Dalam JDK terdapat dua hal yang perlu diktahui, (i) Kompilator: Bertugas menerjemahkan kode java menjadi bytecode. (ii) Debugger: Bertugas memeriksa error pada kode. Jadi, JDK inilah yang digunakan Programmer untuk membuat program java.
Di Linux, nama paket JDK adalah openjdk. Gunakan fasilitas apt-cache search untuk mencari tahu openjdk yang tersedia di server repositori.
ardianta@imajinasi:~$ apt-cache search openjdk
. . .
openjdk-7-jdk - OpenJDK Development Kit (JDK)
...
openjdk-6-jdk - OpenJDK Development Kit (JDK)
...
openjdk-8-jdk - OpenJDK Development Kit (JDK)
. . .
Tersedia tiga openjdk, manakah yang harus saya instal? Saya sendiri memilih yang terbaru, yaitu openjdk 8. Bila di linux yang anda gunakan belum tersedia yang versi 8, Saya rekomendasikan menggunakan yang versi 7 saja. Untuk menginstal openjdk 8 ketik perintah berikut ini.
sudo apt-get install openjdk-8-jdk
Kalau sudah diinstal, periksalah versi berapa yang terpasang. Gunakan perintah di bawah ini:
java -version

3. JRE (Java Runtime Environment)

Sementara itu, JRE atau Java Runtime Environment digunakan untuk menjalankan program java saja. JRE inilah yang dipasang oleh pengguna, bila ingin menjalankan program atau aplikasi java. Kalau Anda pernah menginstal XDMAN, tidak akan asing lagi dengan JRE.
JRE di Linux dapat diinstal melalui terminal. Sejauh pengalaman saya, setelah menginstal openjdk, JRE juga ikut terinstal. Tapi kalau belum terinstal, instal-lah! Berikut ini perintah untuk menginstal yang versi 8:
sudo apt-get install openjdk-8-jre

Membuat program pertama

Program yang akan kita buat adalah program 'Hello World'. Program ini sangat terkenal di dunia. Calon Programmer, harus bisa membuat program ini. Semua Programmer yang hebat, pastilah sudah membuat program ini. Jadi, bersiaplah! Sebentar lagi Anda akan menjadi orang hebat.

Menulis program

Buka teks editor, lalu tulislah program di bawah ini. Perhatikan huruf kapitalnya, dalam java huruf kecil dan huruf kapital dibedakan. Inilah yang dinamakan case sensitive.
class HelloWorld{
    public static void main(String[] argumen){

        System.out.println("Hello World!");    

    }
}
Simpanlah dengan nama HelloWorld.java. Simpan dimana? Saya sendiri menyimpannya di direktori home agar mudah diakses. Lihatlah tangkapan layar di bawah ini.

Kompilasi kode

Saatnya mengompilasi kode program yang sudah ditulis. Sekarang buka terminal dan ketiklah perintah berikut untuk mengopilasi:
javac HelloWorld.java
Karena terismpan di direktori home, jadi mudah untuk mengompilasinya. Lihatlah bagaimana saya melakukannya.
Kalau tidak mendapatkan error, berarti kode programnya sukses dikompilasi. Maka akan terciptalah sebuah berkas baru bernama HelloWorld.class. Berkas ini berisi bytecode yang akan dijalankan oleh JRE.

Menjalankan program

Jalankan programnya, gunakan perintah java NamaKelas.

Penjelasan program

Program 'Hello World' di atas hanya untuk menampilkan pesan Hello World saja. Perhatikanlah kalimat perintah System.out.prinln("Hello World");, kalimat perintah inilah yang menyuruh komputer menampilkan pesan Hello World. Kalimat perintah ini ditulis di dalam blok method atau fungsi main. Fungsi main adalah fungsi utama dari program. Setiap kalimat perintah yang ditulis di dalam fungsi ini akan dikerjakan oleh komputer. Satu kalimat perintah diakhiri dengan tanda titik koma ;.
public static void main(String[] argumen){
    ...
    // kalimat perintah 1;
    // kalimat perintah 2;
    // kalimat perintah n;
    ...
}
Sementara itu, fungsi main ditulis di dalam blok kelas HelloWorld. Untuk lebih mudahnya, kita sebut saja blok ini sebagai blok aplikasi dan HelloWorld adalah nama aplikasinya. Dalam blok aplikasi ini, terdapat fungsi-fungsi yang melengkapi aplikasi.
class NamaAplikasi{

   // fungsi utama
   public static void main(String[] argumen){ ... }

   // fungsi-fungsi lain
   void cetakSalam(){ ... }
   int hitungNilai(int harian, int uts, int uas){ ... }

}

Budaya penulisan kode

Mungkin Anda pernah menulis program di bahasa pemrograman lain. Mungkin saja, cara penulisannya berbeda dengan java. Cobalah perhatikan, bagaiaman nama kelas dan fungsi di tulis. Nama kelas ditulis dengan huruf kapital di huruf pertamanya. Nama kelas yang lebih dari satu kata, huruf pertama di kata selanjutnya ditulis kapital. Contoh HelloWorld, tidak boleh ditulis hello_world atau Hello World atau Helloworld atau helloworld.
Sementara itu, nama method atau fungsi ditulis dengan huruf kecil pada huruf pertamanya. Nama fungsi yang lebih dari satu kata, huruf pertama pada kata selanjutnya ditulis kapital. Contoh ucapSalam(), tidak boleh ditulis ucapsalam() atau ucap salam() atau ucap_salam() atau UcapSalam(). Budaya penulisan kode semacam ini dikenal dengan istilah CamelCase, karena kelihatannya mirip seperti punggung onta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar